Postingan

Lomba Film Pertama Kami: Satu Hal yang Pasti Dari Tidak Mencoba Adalah STAGNAN

Gambar
     Selamat Hari FIlm Nasional! Postingan kali ini saya ingin menceritakan pengalaman yang bisa dibilang langkah pertama saya dan teman-teman saya dalam dunia perfilman semasa SMA. Berawaal dari bermain di SMA hingga akhirnya secara tak saya duga pula kami sampai di panggung provinsi. Tim Sakura.com dari SMAN 1 Cikarang Utara ( sumber: urbancikarang.com )      Titik awal saya sehingga bisa ke bidang ini sebananya dari SMP, tapi untuk tulisan kali ini akan saya mulai ketika saya baru berumur 2 minggu menjadi siswa SMAN 1 Cikarang Utara. Diawal semester saya mengikuti Ekskul Multimedia, namanya Sakura.com atau biasa disingkat Sarcom. Saat itu pertemuan pertama, tentang pengenalan divisi pada ekskul tersebut dan kegiatan apa saja yang rencananya akan dilakukan. Jika tidak salah saat itu diisi oleh Ka Lulu, Ka Rizki dan Ka Loka. Salah satu kegiatan yang ingin dilakukan adalah mengikuti lomba film pendek se-Jabodetabek dalam acara bernama Concentration y...

Analogi Lari Bersama ( Part 2 )

Gambar
( Belum baca "Analogi Lari Bersama" part 1? Klik  disini.  ) Dari kejadiaan tadi, saat Gue dan Pradipa berlari bersama, akhirnya Gue sadar siapa lawan dan kawan Gue. Satu pertanyaan terjawab, dan pertanyaan lain muncul membuat resah. Sumber:   id.pinterest.com/kstet10808/ "Kenapa tadi pas gue berhenti lari, lu ninggalin gue?" "Emang, bagaimana perasaan lu saat itu?" Pradipa menjawab santai. "Ya, kesel, lah! Katanya KAWAN, tapi kok ninggalin gue?" "Sekarang gue mau tanya lagi, Apa tujuan kita sebelumnya?" "Joging setengah jam." Jawab gue ketus. "Tapi kan kenyataannya gue belum sanggup, dip." Tega banget ga sih, Gue jadinya harus nunggu sendirian di pinggir jalan. Bingung mau ngapain dengan nafas Gue yang sisa tipis. Sedangkan dia terus lari gitu aja. Ninggalin gue. "Jadi, menurut lu, gue harus gimana saat itu?" Pradipa bertanya dengan polosnya. "Ya, lu jangan ning...

Riwayat Pesan Ridwan

Gambar
01/09/18 Selamat dan semangat, wan! Gimana kehidupan satu minggu disana? Semoga betah dan ketemu teman-teman yang bikin kamu selalu bahagia selama di karantina. Aku bermaksud mengirimkan pesan padamu setiap minggu, untuk suatu saat nanti kau buka. 08/09/18 Aku masih ngurus-ngurus perkuliahan, insyaAllah beberapa hari lagi aku berangkat ke Purwokerto. Semakin deket ke tempatmu (Semarang) dibanding dari kota kita, Bekasi. Tapi tetep aja mau sedeket apa pun, akan sama aja untuk saat ini. Kamu apakabar?  15/09/18 Wan, aku udah dapet kosan disini. Alamatnya Desa Blater RT 02 RW 04, Nama kosannya North London. Orang-orangnya ramah, tapi aku belum dapet kenalan disini. InsyaAllah lusa aku mulai ospek. . 22/09/18 Wan, gimana disana masih betah ga? Hehehe, soalnya aku abis kenalan sama temenku, namanya Erdo, dia pindahan dari Akademi kamu, katanya sih karena dia ngerasa disana bukan pasionnya dia. Jadi, di tahun kedua dia pindah kesini. Satu Fakultas, tapi beda ju...

Analogi lari bersama

Gambar
Gue sedang tertatih-tertatih memaksakan diri untuk terus berlari ketika melihat stopwatch di hp telah menunjukan 15 menit. "Ayo, jangan kasih kendor!" Dorongan kata-kata dari temen lari gue, Pradipa, yang posisinya tepat di samping gue. Gue paksa terus kaki gue untuk berlari. "Ayo terus, Ayo terus, Kamu pasti bisa! Rasakan Dirimu terbakar!" Kali ini ia menyertai bumbu candaan utuk meneriaki gue. Up! Up! Ampun! Gue akhirnya melambat. "Aduh.. Ayo, Boey lanjut, lah!" Pradipa yang sebelumnya sempat mendahului gue sempat berbalik mengampiri sesaat. Dia mengajarkan untuk joging dengan patokan terpenting adalah lama waktu dan peraturan agar percepatan lari tidak boleh menurun sejak awal, kecuali ingin menyudahi lari. Gue ngosh-ngoshan , dia masih mengiringi gue, "Ayo lu pasti bisa! Ini baru setegah dari patokan kita!" Foto: Dokumen Pribadi Kata-kata Pradipa tidak gue indahkan. Gue berhenti. "Lu berenti? Oke gue lanjut du...

Siapa Anda Nanti

Gambar
Ketika ayahnya seorang musisi, apakah anaknya akan menjadi musisi juga? Ketika ayahnya seorang petani, apakah anaknya juga akan menjadi petani? Tidak ada yang memastikan jalan ceritanya akan seperti itu. Walaupun sering kita temukan dan saya sendiri sudah menyaksikannya. Ayahnya penghasil susu, anaknya penghasil susu, bahkan anaknya dari anak itu pun menjadi penghasil susu. Begitu seterusnya kisah keluarga sapi tersebut. Foto: Dokumen Pribadi Kira-kira seperti itu yang teman gue, sebut saja Lala, sedang ia resahkan. Bukan resah karena menjadi seeokor sapi atau penghasil susu, tapi ia resah jika jalan kehidupannya percis seperti ayahnya. Terlebih ketika dia mendapat jurusan kuliah yang sama: kedokteran. Si Lala gak mau menjadi dokter? Tahan, bukan disitu intinya. Saat muda, Ayah Lala berkuliah di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Berhasil lulus hingga menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian, kariernya berbeda dengan ijazahnya. Ayah Lala 'banting stir'...